|
Peluang usaha pada bisnis percetakan saya prediksikan tidak akan pernah pudar di kancah bisinis Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya - walaupun sedang dilanda krisis keuangan global - apalagi informasi ala bisnis internet alias internet marketing sedang meng-global saat ini.
Bisnis percetakan, sebenarnya adalah peluang usaha yang paling mudah dicari kans-nya, infrastruktur bisnisnya berikut celah usahanya karena bisnis percetakan termasuk salah satu bisnis usaha yang paling banyak media outputnya, mulai dari sablon manual sampai sablon digital, offset printing, digital printing bahkan giant banner pada media luar ruang seperti advertising billboard, dll. Berikut ini sedikit flashback "A Litle Story" dari Chabelita Graphic Design and Printing...
Peluang mencari nafkah guna memenuhi tuntutan kebutuhan keluarga dan kebutuhan hidup sehari-hari adalah kewajiban sang Kepala Keluarga. Bekerja, apapun bentuk pekerjaannya, adalah jawaban nomor satu. Selama pekerjaan itu halal dan tidak merugikan orang lain, serta hasilnya dapat digunakan dan dibanggakan oleh keluarga, disitulah dunia usaha kita!
Dari kesenangan dan cinta akan suatu pekerjaan tertentu, kita bisa menggantungkan harapan hidup padanya, asalkan digarap dengan serius. Bagi saya pribadi, terutama pekerjaan saya diantaranya sebagai STRATEGIC DESIGNER ( Graphic Design +++ ), adalah bidang yang amat saya cintai.
KLISE!. Teramat klise kedengarannya....
Tapi memang, suatu pekerjaan haruslah kita cintai terlebih dahulu. Ibaratnya: kalau Anda punya hobby dan senang merawat tanaman, tapi suatu ketika diminta untuk menjaga toko kelontong milik kerabat, Anda pasti bisa mengerjakannya, tapi bathin Anda tidak dapat menerimanya! Bete! Kira-kira itu gambarannya. Sederhana, tapi berhubungan dengan perasaan nyaman di hati.
Ketika pertama kali saya mengenal dunia GRAPHIC DESIGN, PERCETAKAN, DEKORASI, WEBSITE DESIGN dan kesetaraannya, pada saat itu saya sama sekali tidak mengerti bagaimana saya harus menjalankan order cetak yang pertama kali saya peroleh. Bagaimana dan darimana saya harus memulai BISNIS PERCETAKAN? Setelah tanya sana-sini tanpa malu-malu, belajar kesana-kemari dan beberapa kali keluar masuk bekerja di beberapa percetakan, biro iklan, advetising dan media planner, barulah saya memberanikan diri menerima order cetak serta desain secara konsisten dan mandiri.
Setelah mengenal dan memahaminya secara mendetail dan menyeluruh, kecintaan pada profesi Desainer dan Konsultan Percetakan amat saya rasakan. Dunia Desain & Bisnis Percetakan adalah bidang pekerjaan yang relatif agak santai tapi serius. Setiap menunaikan pekerjaan / order cetak saya dihadapkan dengan suasana yang penuh stress. STRESS tapi NIKMAT ! Koq stress tapi nikmat? Ya, ini adalah pekerjaan yang butuh ketelitian, presisi dan akurasi yang tinggi, disinilah stressnya. Setiap hari ketemu suasana stress, tapi kalau tidak kita kelola strssnya, ya gak bakalan beres pekerjaannya..... Nikmatnya? Kenikmatan dapat kita rasakan begitu pekerjaan sudah selesai lalu kita mendapatkan bayaran atas order tersebut. Tentunya selesai dalam arti order tersebut sesuai dengan pesanan yang diinginkan oleh client kita. Bisa disebut santai, karena kita menjadi BOSS sendiri tanpa kita harus ikut bekerja pada orang lain..!! Teramat banyak peluang untuk bergaul dengan orang-orang di komunitas percetakan. Saling berinteraksi dengan mereka dapat menambah wawasan dan networking di dunia desain dan percetakan. Syukur-syukur bisa saling memberi atau mendapat order antar sesama teman di komunitas ini. Dan yang pasti, tersedia banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Insya Allah, kualitas hidup keluarga akan lebih meningkat !
Saat mendapat order cetak yang perdana adalah ketika seorang teman suatu saat cur-hat kepada saya, bahwa saat itu sedang ada penyusutan dan pengurangan anggaran promosi di kantornya. Hal ini tentunya berimbas pada pengetatan dan pengurangan biaya harga beli barang cetakan, sementara volume pemakainan barang form2 cetakan tidak dapat dikurangi secara signifikan.
Saat itu saya tertantang untuk membuktikan bahwa pekerjaan / order cetak tersebut dapat diefisienkan biaya produksinya. Dan pada akhirnya terbukti, bahwa setiap order cetak, tanpa kita lempar sepenuhnya ke percetakan, dapat diminimalisir lagi ongkos produksinya. Saya dapat memberikan harga yang amat murah tanpa mengurangi kualitas yang diinginkan. Mengapa harga cetakan bisa jadi murah? Satu hal yang pasti, dengan kita mengetahui alur kerja dan mekanisme yang ada di industri percetakan, kita dapat memotong beberapa mata rantai produksi percetakan. Alhasil, kita mendapatkan harga jual jauh dibawah rata-rata harga yang ditawarkan perusahaan percetakan manapun. Sekali lagi, itu tanpa mengurangi kualitasnya, lho...!

Lahirnya CHABELITA sendiri terinspirasi dari akronim nama anak-anak saya : Anissa Novasilvani ( Icha ), Nabilla Widya Murti ( Bella ) dan Rehanita Wibisono ( Wibi ). Mereka adalah para inspirator utama mengapa saya menjalankan BISNIS PERCETAKAN ini. Tak terlepas pula dukungan istri tercinta: Tri Widya Handayani, yang selalu men-support saya secara penuh dalam urusan rumah tangga dan pekerjaan. Nah, untuk siapa lagi kita bekerja mencari nafkah kalau bukan untuk mereka yang kita cintai..?!?
Dari awal kenal dunia cetakan, saya belum menguasai teknis cara mendesain/seting/lay-out setiap materi yang akan dicetak. Semua proses desain saya serahkan pada ahlinya, sang Graphic Designer. Lama-lama karena setiap saat selalu berada disamping sang Desainer ketika mengerjakan lay-out desain, akhirnya ilmu Graphic Design saya kuasai juga. Bukan sebentar lho, apalagi sesaat langsung mahir.
Bagi saya, karena terdorong oleh kebutuhan pekerjaan dan profesi serta keharusan untuk bisa menguasai bidang desain, maka saya benar-benar belajar untuk menyerap ilmu dari Desainer dimana saja pada saat saya sedang mengerjakan order cetakan. Plus karena dasar komputer pun saya menguasai, saya pelajari dan lahap semua yang namanya software2 grafis secara otodidak. Saya mulai belajar dan banyak belajar: mulai dari cara menghitung kebutuhan kertas, pengenalan beragam jenis mesin cetak offset, finising barang cetakan dan juga trik-trik diplomasi dengan calon client. Resepnya : perlu ketekunan dan jangan pernah malu untuk bertanya.
Dari cetak lalu ke desain, itu adalah proses anomali, karena tidak sesuai dengan alur kerja percetakan. Tapi begitulah faktanya. Tidak harus skematis urutan prosesnya: dari persiapan desain dulu baru ke tahap cetak. Kemudian, karena asyik mengenal dunia desain, saya mulai merambah dan melebarkan minat belajar saya pada bidang Desain Animasi, 3D (tiga dimensi) juga Website Design. Jadinya saya punya gelar baru non akademis sebagai : Desainer Grafis atau lebih kerennya: Graphic Designer.
Saat melebur dalam komunitas design, saya sama sekali tidak meninggalkan dunia cetak. Justru sebagai desainer, saya mencari dan membina networking dengan orang2 yang membutuhkan jasa desain. Kalau desain sudah siap ditangan, terkadang mereka malas untuk mencari percetakan yang punya mesin cetak sesuai dengan spesifikasi desain. Mereka rada2 enggan mencari jadwal cetak yang kosong pada beberapa percetakan. Inilah peluang! Dari order desain sudah saya dapat, eh order cetaknya juga kebagian. Ini merupakan simbiosis yang saling menguntungkan. Saya dapat order / pekerjaan dan uang, client pun merasa senang karena dibantu proses pencetakan dan finishing barang pesanannya. Disini faktor ketepatan waktu dan kualitas adalah nomor wahid, tidak dapat ditawar! Juga tentunya faktor kepercayaan yang kita peroleh dari para client kita.
Dari situ saya cermati, ternyata walaupun kita nggak punya modal apalagi mesin cetak, asalkan kita punya banyak kawan, teman, relasi, dsb, kita bisa mendapatkan kesempatan menangani order cetakan yang gak ada habisnya. Lagi-lagi faktor kepercayaan dari orang yang pegang peranan. Sepanjang kita diberi kepercayaan dan kesempatan, ya digunakan sebaik mungkin. Kalau belum ada kesempatan? Boleh sih, sekali-kali kita minta kesempatan kepada teman atau famili kita misalnya, agar mempercayakan kepada kita untuk mengerjakan order darinya. Order apa saja. Jangan pernah menolak order! Jangan bilang gak bisa mengerjakannya! Terutama order cetak. Entah itu kita lempar lagi ke pihak lain atau bekerjasama dengan siapapun, itu lain soal. Yang penting ordernya beres, harga pantas dan hasilnya bagus!
NAH, INI YANG TERPENTING......!!! Setelah sekian lama malang-melintang didunia desain & percetakan, mencari dan memperoleh ilmu yang gak bakalan ditemukan di kampus, mempraktekkan pengalaman-pengalaman yang saya peroleh di lapangan, beserta penerapan manajemen: tehnis, produksi, resiko dan waktu yang praktis serta efisien, saya mulai mendokumentasikan pengalaman-pengalaman yang ada tersebut ke dalam sebuah ebook, yaitu: EBOOK BISNIS PERCETAKAN : Cara Praktis dan Tanpa Modal.
Apalagi di era Krisis Keuangan Global saat ini, banyak pengusaha percetakan yang rada-rada sport jantung melihat turunnya perolehan order cetaknya. Ataupun bagi kalangan yang baru mulai tertarik ingin membangun bisnis percetakan, tentu dihadapkan pada "hantu globalisasi krisis" yang samar-samar eksistensinya: katanya krisis ekonomi tapi permintaan pemesanan sepeda motor koq bisa indent? Tidak krisis ekonomi, koq harga-harga sembako dan barang kebutuhan pokok lainnya meroket tajam? Bingung, secara kasat mata tidak terasa, tapi efek ekonominya terasa banget!
Siapa pun anda, baik yang telah mapan dalam bisnis wirausaha atau anda yang baru mau memulainya, khususnya dalam bisnis usaha percetakan, perlu segera mencari alternatif atau cara-cara yang tergolong briliant dan revolusioner dalam menyiasati situasi yang berkembang cepat dewasa ini.
Perlu strategi khusus dalam penerapan MARKETING yang JITU sesuai skala usaha yang anda bangun, atau Cara Efisien dalam MENCARI ORDER CETAK, serta adaptasi dari METODE PERCETAKAN TANPA MODAL, dsb. Tentunya kiat-kiat bisnis tersebut ditujukan selain sebagai upaya menambah omzet usaha anda juga diperlukan sebagai sarana self-surviving dalam menghadapi situasi yang kadang kurang menguntungkan bagi usaha bisnis anda.
Saya berniat membagikan ilmu yang saya peroleh ini kepada Anda sekalian. Saya tidak menganggap diri saya adalah sebagai seorang AHLI. Namun, Anda bisa membayangkan bahwa seseorang yang sudah sanggup membuat dokumentasi buku, tentunya boleh dibilang EXPERT dibidangnya. Apalagi disusun berdasarkan pengalaman2 yang didapat di lapangan disertai manajemen yang mumpuni untuk diterapkan.
Saya yakin dan teramat percaya, bahwa pengalaman adalah guru ( ilmu ) yang paling berharga di jagat ini. Sudah banyak kalangan yang bekerjasama dalam Program BAGI HASIL ORDER CETAK dengan saya, yang menurut parameter yang saya anut, boleh dikatakan mereka merasa puas. Mereka banyak berasal dari para tenaga Purchasing, Marketing ataupun Direksi di kantor2 swasta juga BUMN. Beragam motivasi yang mendorong mereka melakukan kerjasama BAGI HASIL ORDER CETAK ini, antara lain:
- Enggan "melempar" order ke Percetakan, karena mereka hanya mendapat KOMISI sekitar 10% - 15 % saja.
- Bila ikut program BAGI HASIL ORDER CETAK, pasti mendapat KOMISI ( UNTUNG BESAR ) sekitar 40% - 60%.
- CETAK SUPER MURAH tapi BERKUALITAS
- BELAJAR BISNIS sambil DAPAT DUIT ( KOMISI / UNTUNG lebih dari 40% - 60% ).
- Buat persiapan untuk membuka USAHA PERCETAKAN.
- Sebagai bekal ilmu mengahadapi Masa Pensiun, dsb.
Dikarenakan alasan menjaga privacy dan nama baik mereka serta kontinyuitas order cetaknya, identitas ataupun testimoni mereka tidak seluruhnya saya publikasikan di media website ini, KECUALI ATAS PERMINTAAN MEREKA SENDIRI dengan mengirimkan testimoninya untuk di-share di ruang publik ini. Itu adalah komitmen utama saya menjaga relationship dengan para client saya. Kepercayaan itu mahal harganya !
Apalagi kita punya tujuan mulia, yakni menjalankan bisnis / order percetakan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi, kontinyuitas order amat penting, demi menjaga kesinambungan nafkah untuk keluarga. Mari jadikan anak-anak kita, istri yang tercinta atau orang tua kita sebagai inspirator dan motivator kita dalam segala usaha bisnis kita. Insya Allah, jalan lurus kearah sana selalu bersinar. Cuma itu, yakni keluarga, yang menjadikan saya terus, terus dan terus mencari order dan melaksanakannya dengan baik dan sungguh-sungguh. INGAT, SEKALI LAGI, hanya demi mereka kita bekerja dan berusaha...... Amien...
Salam sukses selalu,
NOVARO WIBISONO
|