Referensi & Panduan Bisnis Percetakan | Mesin Cetak Percetakan | Desain Grafis | Sablon Digital | Artikel TIPS Bisnis | Making Money Online

PAKET MURAH Mesin Percetakan BARU software-kalkulasi-harga-cetak PASANG IKLAN Bisnis Percetakan | KLIK disini... Imagesetter Machines for Sale Mesin Potong Kertas DQ 201 BARU


POPULAR CLICKS
NEW ARTICLES

Dari Bisnis Percetakan ke Permainan SAHAM KECIL PDF Print E-mail
Anda ingin bermain di sektor investasi saham blue chip selain di bisnis percetakan? Tidak ditabukan untuk mengenal model investasi bisnis seperti ini. Siapa tahu anda ingin membeli sebagian saham dari perusahaan bisnis percetakan sekelas Heidelberg(?). Yang perlu digarisbawahi adalah investasi bisnis ini penuh resiko, maka dari itu terjunlah ke sektor ini bila anda sudah punya uang yang berlebih dan tidak menganggu kebutuhan rumah tangga, jika anda merugi karenanya.
Berikut ini pengetahuan dasar yang perlu diketahui bagi para pemula yang ingin berinvestasi saham:

Sewaktu Bank Indonesia menurunkan tingkat BI Rate menjadi 7,5 persen, banyak orang bergembira dan berharap aktifitas ekonomi meningkat. Turunnya suku bunga biasanya akam membuat harga saham naik atau sebaliknya. Tapi pernah terjadi suatu anomali, turunnya tingkat suku bunga tidak beranjak naik, yang disebabkan oleh situasi resesi keuangan global yang tidak mendukung.

Bila penurunan tingkat bunga menaikkan harga saham, maka saham berkapitalisasi kecil mengalami kenaikan cukup besar secara prosentase. Misalkan saham TLKM pada harga Rp. 6500 dan naik menjadi Rp. 7.000, maka terjadi kenaikan 7,69 persen. Bila investor membeli saham PGAS dengan harga Rp. 2.000 dan naik jadi Rp. 2.500, maka investor mendapat kenaikan 25 persen. Secara absolut nilainya sama (naik Rp. 500), tetapi secara persentase jauh lebih tinggi.

Karena itu, investor selayaknya membeli saham kecil untuk mendapat persentase keuntungan yang tinggi. Manajer investasi menyebutkan, saham tipe ini merupakan saham-saham roket, artinya menaikkan tingkat portofolio secara tajam, apalagi bila anda membuat alokasi aset yang cukup besar pada saham ini.

Lalu, apa kriteria saham kecil? Saham kecil adalah saham ber-kapitalisasi pasar saham kecil, dimana saat ini dianggap nilainya kurang dari Rp.300 miliar. Kapitalisasi saham adalah hasil perkalian harga saham perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek.

NAH, janganlah berkecil hati bila anda tiba-tiba mendapat hibah atau warisan berupa investasi saham dari mertua anda dengan harga beli rendah per lembar sahamnya. Coba bayangkan, kalau investasi asetnya ada 100 ribu lembar saham, apa bukan rezeki nomplok namanya...?!? Apalagi sahamnya di perusahaan bisnis percetakan kelas dunia!
Diintisarikan dari ulasan:
ADLER HAYMANS MANURUNG
(Praktisi Keuangan)
 
 

© 2008 - 2012 | Best View in Firefox 3.0 or Newer | Design by: NOVARO