Bahan pokok didalam industri percetakan adalah kertas dan tinta cetak. Tinta cetak mengandung senyawa aniline sebagai salah satu komponen zat warna. Salah satu efek yang ditimbulkan dari pemaparan senyawa aniline dalam tubuh manusia adalah mengoksidasi hemoglobine menjadi Methaemoglobine.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemaparan senyawa
aniline dengan kadar
Methaemoglobine darah pada tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak percetakan negeri Yogyakarta.
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan
cross sectional. Analisa darah dengan menggunakan
Uji korelasi Produk Moment dari Pearson.
Dalam penelitian ini diambil sampel total populasi tenaga kerja percetakan yang bekerja di ruang cetak dan mengoperasikan mesin cetak, yaitu sebanyak 20 orang, dengan dilakukan pemeriksaan kadar
Methaemoglobine darah di laboratorium.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
tinta cetak yang digunakan di percetakan negeri Yogyakarta mengandung senyawa
aniline. Dan dari pemeriksaan pendahuluan terhadap kadar
haemoglobine darah pada tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak percetakan negeri Yogyakarta menunjukkan adanya penurunan kadar
haemoglobine darah.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, semua tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak positif mengandung
Methaemoglobine diatas kadar normal, dan kadar
Methaemoglobine nya berkisar
Antenatal 44-68 gram %.
Berdasarkan perhitungan Korelasi terbukti ada hubungan yang bermakna
Antenatal lama pemaparan senyawa aniline dengan kadar
Methaemoglobine darah (r=0,5291 dan p=0,164). Tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar
Methaemoglobine darah, hanya menunjukkan ada trend hubungan antara status gizi dengan kadar Methaemoglobine .(r = -0,43174 dan p=0,0573). Tidak ada hubungan yang bermakna antara variasi umur dengan kadar
Methaemoglobine darah (r = 0,3077 dan p = 0,1869). Serta ada hubungan yang bermakna antara kadar
haemoglobine dengan kadar
Methaemoglobine darah (r = -0,79099 dan p = 0,00003).
Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja dan menjamin keselamatan kerja tenaga kerja yang bekerja di ruang cetak percetakan negeri Yogyakarta, perlu diupayakan pemakaian alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) pada waktu bekerja, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan kerja serta mengfungsikan sirkulasi udara/ventilasi yang ada, dan peningkatan status kesehatan tenaga kerja tersebut.